Selasa, 11 Agustus 2015

Kembalinya Dirimu

#sejak percakapan terakhir di WA pada waktu itu, kamu tiba tiba menghilang,
tak tak tau kemana perginya dirimu yang tiada kabar sama sekali.sudah ku mencoba untuk menghubungimu bagaimanapun caranya, tapi kau tak kunjung membalas untaian kata
dari ku, sehingga membuatku sempat terlintas berfikir negatif
tentang dirimu, sehingga membuatku merasa jenuh sendiri dan berhenti untuk mencoba
mencarimu,.dan aku mulai mencoba menjalani hari hari tanpa  kabar darimu.
sehingga aku berfikir mungkin sudah ini saatnya untuk berjalan berlainan arah denganmu,
meskipun dalam hati ini masih berharap kamu kembali muncul.
   dan ternyata lagi lagi untuk kesekian kalinya ini selalu terjadi, disaat aku mulai berusaha
untuk menjauhimu, ternyata kamu muncul kembali seperti tamu yang tak di undang tetapi sangat
diharapkan akan kehadirannya, lewat pesan singkat kamu mengabariku, dan kamu bilang bahwa
baru saja aktif, dan hp mu jg sering error. aku menghela nafas sambil menerawang kedepan,
dalam fikiranku sempat bergejolak(lagi lagi kamu datang disaat seperti ini) dan kembalinya dirimu
saat ini apakah kabar bahagia untukku atau tidak ? I don't know it,
yang jelas aku akan tetap menjaga hunbungan baik ini apapun yang terjadi dimasa akan datang. :)

   *still virgin _ dear ndut :D

Senin, 27 Juli 2015

Dalam Sebuah Dilema

     
   aku mengatakan ini dengan hati yang terbuka bahwa saat ini hatiku hampa..
kau memang berkata untuk tetap bertahan dengan syarat meminta tinggal di ruang yang berbeda.
betapa senangnya hati ini waktu itu karna sebelumnya aku menyangka bahwa kau akan memilih untuk pergi dengan cara baik baik, akan tetapi ternyata kau memilih untuk tetap lanjut tinggal disini. dan semenjak itulah aku tidak lagi berfiikir yang macam macam tentangmu, akan tetapi disisi lain aku terkadang bertanya tanya apakah benar kau bisa bertahan hingga waktu untuk melebur kata aku dan kamu menjadi kita tiba.
ternyata takdir selalu memainkan pemainan ini dengan cara yang misterius dan lagi lagi aku di buat tak berdaya olehnya. 
        
          seperti yang telah terjadi sebelum sebelumnya, dengan hitungan waktu ternyata kau merubah hampir semuanya, tiba tiba kau seakan menghindariku, aku tak tau apa rencanamu kedepan sudah beberapa kali aku ingin meyakinkan bahwa aku benar benar ingin membuktikan perkataanku waktu itu. akan tetapi, sayang sekali tidak ada respon darimu walau sebait kata, aku sampai saat ini masih berfikir positif saja tentangmu 
dengan harapan Allah mengubah hatimu seperti dulu waktu kita pertama dekat dan akrab, 

         


Minggu, 26 Juli 2015

Surat khitbahku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Assalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.
Alhamdulillah, washshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.
Demi Allah..
Yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, dan belahan jiwaku pun masih digenggam-Nya.

InsyaAllah..
Telah kubisikkan dalam istikharahku sebaris namamu …. binti ….
Tapi..
Adakah seorang lelaki shalih telah mengkhitbahmu?
Jika tidak..
Izinkan aku yang sedang belajar menjadi shalih ini mengkhitbahmu.
Sudikah engkau menemaniku mencapai tujuanku,
dalam menyempurnakan separuh agamaku?
Sudikah engkau mendampingiku,
mengarungi sisa hidup bersamaku,
dalam susah atau mudah,
dalam suka atau duka,
dalam tangis atau tawa,
dalam bahagia ataupun sengsara,
dalam sehat ataupun sakit,
dalam lapang maupun sempit,
dalam kaya maupun miskin?
Dan bersediakah engkau menjadi pendampingku di dunia yang sementara ini,
dan di akhirat (surga) yang selama-lamanya nanti?
Demi Allah..
Yang memberiku petunjuk.
Dan demi Allah..
Yang memilihkanmu sebagai pilihanku.
Wassalaamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh